Perbedaan Digital Marketing dan Marketing Tradisional

Apa perbedaan Digital Marketing (Pemasaran Digital) dan Marketing Tradisional (Pemasaran Tradisional)?

Pada dasarnya, keduanya sama-sama berarti pemasaran. Pemasaran atau yang biasa disebut marketing itu sendiri berarti serangkaian proses yang dilakukan untuk memeperkenalkan produk kepada masyarakat luas dengan berbagai cara. Tujuan dari kegiatan pemasaran ini adalah agar produk tersebut jadi banyak diminati oleh orang banyak. Dengan begitu, pengertian marketing ini sebenarnya luas, tidak hanya terbatas pada saat terjadi aktivitas pengenalan itu sendiri, tetapi juga berkaitan dengan strategi apa yang digunakan, serta bagaimana cara memberikan kepuasan kepada konsumen.

Lalu apa bedanya digital marketing dengan pemasaran yang biasa dilakukan? Berikut, kami akan membagi perbedaannya berdasarkan tiga kategori!

Target Pemasaran

Pada umumnya, khalayak di Indonesia lebih terbiasa dengan pemasaran tradisional bila produsen memasarkan produknya. Apa saja contohnya yang biasa dilihat sehari-hari? Iklan di media-media besar semacam televisi dan radio. Selain itu, mereka juga terbiasa membaca iklan di majalah maupun koran. Di jalan-jalan raya, papan reklame terpasang di mana-mana untuk dilihat oleh orang-orang yang lalu lalang saat berkendara atau bepergian.

Di sisi lain, dengan menggunakan pemasaran secara digital, Anda tidak hanya dapat menargetkan masyarakat setempat yang berada di satu daerah saja, tetapi juga menjangkau orang-orang secara nasional maupun internasional. Hal ini dikarenakan Anda bisa memanfaatkan saluran yang lebih luas, yaitu internet. Orang-orang di mana pun mereka berada, bisa saja yang menggunakan internet.

Biaya dan Waktu

Biaya pengeluaran bagi pemasaran yang dilakukan secara tradisional dapat dikatakan lebih mahal bila dibandingkan dengan digital marketing. Mengapa demikian? Coba saja Anda perkirakan berapa uang atau biaya iklan yang harus Anda keluarkan demi memasarkan produk atau layanan Anda di televisi, radio, ataupun koran dan majalah. Mereka memasang tarif yang tentunya tidak murah, selain itu Anda pun harus menanggung biaya produksi iklan yang tak murah pula. Lagi pula, proses yang harus dilewati untuk memasarkan dengan cara tradisional ini memakan waktu yang cukup lama.

Di sisi lain, pada digital marketing proses pemasaran dapat berlangsung lebih cepat dan lebih hemat pengeluaran. Anda sebagai pebisnis juga bisa menyesuaikan biaya dan skala bisnis Anda secara real-time. Jadi, terkait biaya digital marketing sifatnya lebih fleksibel.

Komunikasi

Bila dilihat dari aspek komunikasi yang terjadi dalam pemasaran tradisional, interaksi yang terjadi bersifat satu arah. Misalnya, jika Anda sebagai produsen memasang iklan di tayangan televisi nasional. Maka penonton yang menyaksikan tayangan iklan Anda tidak dapat memberi respon secara langsung pada Anda sebagai produsen. Sama halnya dengan iklan di radio maupun media cetak seperti koran dan majalah. Pendengar atau pembaca juga tak dapat berinteraksi langsung dengan produsen.

Jadi apa yang terjadi? Seolah-olah Anda memperkenalkan untuk menjual produk maupun jasa Anda begitu saja dan menunggu dengan harapan orang-orang akan menyukai dan membelinya. Maka kurang jelas bagaimana tanggapan pasar atau prediksi penjualannya.

Di sisi lain, digital marketing ini bisa berlangsung 2 arah. Sebenarnya digital marketing ini termasuk strategi yang efektif untuk memikat konsumen lalu melihat kemungkinan pasti apakah mereka tertarik dengan produk maupun layanan yang sudah Anda tawarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat